Financial Market Update

POI - Point of Interest:

Kondisi pasar global yg bergerak fluktuatif masih terus berlanjut. Tren kenaikan yield obligasi global masih berlanjut pada perdagangan awal pekan, dimana yield obligasi Pemerintah Jerman, Inggris, dan Perancis tenor 10 tahun masing – masing ditutup di level 1,75% (+9 bp), 2,60% (+10 bp), dan 2,32% (+12 bp).

Pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa, bahwa pertumbuhan upah di wilayah tsb mulai meningkat, sehingga turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi. Rilis data inflasi produsen (PPI) Jerman meningkat 33,6%yoy di bulan Mei, kenaikan tertinggi sepanjang masa.

Selain Bank Sentral AS yang menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75bp, Bank Negara Swiss (Swiss National Bank) menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kalinya sejak 2007, sementara BoE menaikkan suku bunga acuannya untuk kelima kali secara berturut-turut di bulan Juni.

Menurut Nomura, inflasi pangan diperkirakan akan meningkat paling tinggi di negara-negara dengan impor pangan utama seperti Singapura, Korea Selatan, dan Filipina, yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Harga minyak menguat di tengah ketatnya pasokan meski ada potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Pada Selasa (21/6) pukul 7.15 WIB, harga minyak WTI kontrak Juli 2022 di New York Mercantile Exchange menguat 0,89% ke US$ 110,54/barel ketimbang akhir pekan lalu. Sedangkan harga minyak Brent kontrak Agustus 2022 di ICE Futures menguat 0,31% ke US$ 114,49/barel dibandingkan penutupan kemarin.

Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 67,69 poin atau 0,97% ke 7.044,07. Seluruh indeks sektoral kompak menguat, menopang kenaikan IHSG. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah IDX Sektor Infrastruktur yang naik 1,75%, IDX Sektor Teknologi naik 1,72% dan IDX Sektor Transportasi yang naik 1,29%. Net sell investor asing sebesar Rp 430,04 miliar di seluruh pasar.

Nilai tukar Rupiah menguat sebanyak 23,5 poin atau 0,16% ke Rp14.812. Semantara, mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi yakni yen Jepang melemah 0,11%, won Korea Selatan melemah 0,13%, dan ringgit Malaysia menguat 0,04%.

Pemerintah kembali melakukan lelang SUN hari ini senilai IDR18,88 triliun, sedikit dibawah target indikatifnya sebesar IDR20,0 triliun. Total penawaran investor yang masuk kali ini hanya sebesar IDR35,06 triliun, lebih rendah dari lelang SUN sebelumnya yang sebesar IDR43,54 triliun, serta jauh dibawah rata – rata bid investor dalam 11 kali lelang SUN sebelumnya di tahun 2022 yang mencapai IDR55,1 triliun.

Demikian disampaikan, terima kasih.




Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP