Financial Market Update
IDR10 : 7,17% - 7,21% (cl: 7,17%) IDR5 : 7,09% - 7,17% (cl: 7,09%) UST10 : 4,61% - 4,69% (last: 4,64%)
IDR : 17.869 - 17.887 (cl: 17.870) DXY : 99,80 - 100,08 (last: 99,91) JCI : 6.281,57 - 6.390,33 (cl: 6.301,77)
Yield SUN FR0109 (5yr) : -8bps to 7,09% FR0108 (10yr) : -3bps to 7,17% FR0106 (15yr) : -2bps to 7,22% FR0107 (20yr) : -2bps to 7,21%
Point of Interest:
• Harga SBN seri benchmark bergerak menguat dengan kisaran penurunan yield sebesar 2-8 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 3 bps ke level 7,17% (ytd: +112 bps). Penguatan SBN sejalan dengan penurunan yield UST pasca rilis data inflasi AS yang sesuai dengan ekspektasi sehingga mengurangi tekanan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed. Dari domestik, berlanjutnya sentimen positif dari persepsi policy continuity sejalan dengan pencalonan tunggal Gubernur dan Dewan Gubernur Senior BI, turut mendukung penguatan SBN lebih lanjut.
• IHSG ditutup melemah 1,13% ke level 6.301,77 terutama dipengaruhi respons negatif pasar terhadap hasil MSCI August 2026 Index Review yang mempertahankan kebijakan pembekuan (freeze policy) terhadap Indonesia serta menghapus GOTO dan CPIN dari MSCI Global Standard Index.
• Rupiah menguat tipis 0,03% ke level 17.870 dari penutupan sebelumnya di 17.875, dengan pergerakan intrahari sangat sempit sebesar 18 poin, seiring wait-and-see pelaku pasar menjelang rilis data PPI AS malam ini yang juga membatasi pergerakan indeks dollar (DXY). Stabilitas Rupiah terjadi di tengah mayoritas mata uang Asia yang cenderung melemah menjelang rilis PPI AS.
• Data inflasi AS bulan Juli yang dirilis semalam meredakan tekanan jangka pendek bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga. Inflasi inti hanya naik 0,2% MoM dan 2,5% YoY, yang sejalan dengan ekspektasi sekaligus menjadi laju tahunan paling lambat sejak Maret 2021. Inflasi utama naik 0,1% MoM dan 3,4% YoY, yang juga sejalan dengan ekspektasi.
• International Energy Agency (IEA) memproyeksikan konsumsi minyak global turun 1,6 juta barel/hari pada 2026, seiring kenaikan harga energi yang menekan konsumsi dan percepatan adopsi kendaraan listrik di China. Pelemahan permintaan tersebut dinilai dapat mengimbangi tekanan pasokan akibat kebuntuan pembukaan Selat Hormuz, sekaligus membatasi keberlanjutan kenaikan harga minyak. Secara terpisah, OPEC menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan 2026 menjadi 580 ribu barel/hari dari 780 ribu barel/hari.
• Harga minyak Brent turun 1,5% ke $87,62/barel dari sebelumnya di kisaran $89-$90/barel, yang sedikit meredakan risiko pass-through terhadap IHK domestik sehingga mendukung peluang BI untuk hold suku bunga acuan. Selain itu, penurunan harga minyak juga mengurangi tekanan biaya impor dan mempersempit defisit transaksi berjalan bagi Indonesia sebagai importir minyak, yang cenderung positif moderat bagi Rupiah.
• Penurunan harga minyak terjadi di tengah berlanjutnya kebuntuan negosiasi Selat Hormuz. Presiden Trump mengklaim AS memiliki kendali total atas Selat Hormuz, di saat data menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintas masih tetap rendah sekitar 14 kapal dibandingkan lebih dari 130 kapal per hari sebelum terjadi perang. Di sisi lain, Iran melakukan reorganisasi militer dengan menunjuk kepala keamanan baru yang mengumumkan peralihan negara tersebut ke "doktrin ofensif" di luar negeri.
• Lelang UST 10 tahun semalam senilai $42 miliar mencatat yield 4,683%, tertinggi sejak 2007, dengan permintaan sedikit melemah dibandingkan lelang sebelumnya, tercermin dari rasio bid-to-cover yang turun menjadi 2,53x. Meski demikian, permintaan investor asing tetap solid dengan menyerap 76,7% dari total alokasi.
• Perdana Menteri Jepang Takaichi mendukung kenaikan suku bunga Bank of Japan dalam waktu dekat, dengan langkah berikutnya kemungkinan pada September atau Oktober. Keselarasan pandangan tsb turut dipicu oleh tekanan pelemahan JPY akhir-akhir ini yang direspon dengan memperkuat dampak intervensi mata uang AS-Jepang secara terkoordinasi.
• Presiden Prabowo mencalonkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, bersama dua direktur eksekutif untuk posisi deputi gubernur lainnya. Aida saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dan memiliki jabatan serta rekam jejak karir internal yang kredibel di sisi moneter. Pasar menafsirkan nominasi tersebut sebagai sinyal kesinambungan kebijakan BI, yang memperkuat ekspektasi bahwa kerangka moneter bank sentral akan tetap stabil selama transisi kepemimpinan.
• Dalam laporan review indeks per 13 Agustus 2026, MSCI tidak menurunkan klasifikasi negara Indonesia (tetap di EM), namun melanjutkan pembekuan (freeze policy) dan menghapus GOTO serta CPIN dari Global Standard Index, sehingga memicu tekanan jual mekanis oleh dana pasif. Tekanan ini menyebabkan koreksi IHSG karena penyesuaian bobot yang efektif per 31 Agustus 2026.
• CEO Danantara Rosan Roeslani mengumumkan bank-bank BUMN siap menawarkan suku bunga lebih rendah, tenor lebih panjang, dan uang muka lebih kecil untuk sepeda motor listrik produksi lokal.
Divisi Pengelolaan Investasi DAPENBI IP