Financial Market Update

IDR10 : 7,30% - 7,31% (cl: 7,31%)
IDR5 : 7,25% - 7,30% (cl: 7,29%)
UST10 : 4,63% - 4,71% (last: 4,68%)

IDR : 18.000 - 18.045 (cl: 17.990)
DXY : 99,88 - 100,06 (last: 99,90)
JCI : 6.238,40 - 6.319,61 (cl: 6.234,50)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +2bps to 7,29%
FR0108 (10yr) : 0bps to 7,31%
FR0106 (15yr) : +1bps to 7,32%
FR0107 (20yr) : +1bps to 7,29%

Point of Interest:

Harga SBN seri benchmark bergerak melemah terbatas dengan kisaran kenaikan yield sebesar 1-2 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup stabil di level 7,31% (ytd: +126bps). Pasar SBN dipengaruhi oleh kondisi global dari kembali meningkatnya tensi AS-Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dan menekan Rupiah. Namun, lelang SUN hari ini berhasil menarik minat cukup tinggi, dengan total penawaran masuk Rp70,7 triliun dan total penyerapan pemerintah sebesar Rp32 triliun (bid-to-cover sekitar 2,2x), sehingga memberikan sinyal positif dan menopang stabilitas pasar SBN di tengah tekanan pelemahan Rupiah.

IHSG menguat 1,37% ke level 6.319,61, didorong oleh data inflasi yang tetap terkendali serta hasil lelang SBN pemerintah yang solid sehingga meningkatkan optimisme pelaku pasar. Penguatan saham BCA sebesar 3,2% menjadi kontributor terbesar kenaikan indeks, sementara Morenzo Abadi Perkasa mencatat kenaikan tertinggi sebesar 34,9%. Dari total 918 saham yang diperdagangkan, 399 saham menguat dan 224 saham melemah. Jakarta Globe menyebut reli IHSG juga didukung oleh inflasi yang masih berada dalam kisaran sasaran serta posisi investor yang mulai mengantisipasi rilis data PDB Triwulan II-2026.

Rupiah melemah 0,18% ke level 18.023 dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.990 yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan sektor eksternal Indonesia di tengah defisit neraca perdagangan yang masih berlanjut. Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia hari ini bersama PHP dan THB, seiring belum adanya kemajuan perundingan AS-Iran yang mendorong harga minyak kembali naik ke kisaran $86/barel.

Ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah Presiden Trump menyebut tawaran perundingan sebagai "kesempatan terakhir" bagi Iran dan mengancam akan melancarkan serangan jika kesepakatan terkait Selat Hormuz tidak segera tercapai. Sementara Iran membantah adanya perundingan langsung dengan AS, negosiasi yang dimediasi Oman dilaporkan masih berlangsung. Di sisi lain, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap sangat terbatas menyusul insiden kapal kargo yang terkena proyektil, dengan puluhan kapal dan ribuan awak masih tertahan di sekitar jalur pelayaran tersebut, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global masih berlanjut.

Harga minyak Brent kembali naik sekitar 2,5% ke kisaran $85,8–86,0/ barel, yg turut disebabkan oleh pandangan PIMCO bahwa pasar minyak global masih mengalami defisit pasokan akibat berlanjutnya gangguan ekspor terkait konflik Timur Tengah.

BlackRock Investment Institute menilai The Fed kemungkinan masih akan menahan suku bunga. Namun kenaikan yield UST tenor panjang diperkirakan masih terjadi seiring ketidakpastian arah kebijakan di bawah Fed Chairman Warsh yg meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek biaya pendanaan.

Sejumlah manajer investasi global, termasuk UBS Asset Management, Guinness Global Investors, Barings, dan Aviva Investors, dilaporkan mulai mengalihkan investasi dari UST dan obligasi pemerintah Inggris (gilts) ke obligasi pemerintah Eropa (Jerman, Italia, Spanyol, dan Prancis), di tengah meningkatnya risiko global.

Koalisi 25 negara bagian AS dipimpin Partai Demokrat mengajukan gugatan terhadap kebijakan tarif terbaru yang dikenakan kepada 60 mitra dagang AS. Koalisi menyatakan bahwa kebijakan tarif terbaru tsb merupakan upaya yang tidak sah untuk memberlakukan kembali tarif impor yang sebelumnya telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.

Plt. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan penyesuaian skema insentif GWM akan berlaku mulai 1 September 2026. BI akan memberikan insentif pengurangan GWM sebesar 200 bps bagi bank yang membatasi kepemilikan SBN dan SRBI di bawah 19% dari total DPK, sebagai upaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dan mengarahkan kembali likuiditas perbankan ke perekonomian. BI juga menegaskan bahwa SRBI berfungsi sebagai instrumen pengelolaan likuiditas dan penarik aliran modal asing, bukan sebagai instrumen investasi bagi perbankan domestik.

Menkeu Purbaya menegaskan pemerintah berencana mempertahankan penempatan dana kas di bank-bank BUMN hingga 2027, sebagai kelanjutan dari program penempatan dana Rp400 triliun yang diumumkan pada Juni. Kebijakan ini bertujuan menjaga likuiditas perbankan agar tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, menyusul kekhawatiran industri perbankan terhadap potensi tekanan likuiditas yang sempat muncul pada pertengahan Juni.

Menkeu dilaporkan tengah melobi Toyota agar memindahkan operasi manufakturnya dari Thailand ke Indonesia. Langkah ini mencerminkan upaya agresif pemerintah untuk menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) bernilai tambah tinggi di tengah tantangan menjaga kepercayaan investor.

Jakarta Globe melaporkan pertumbuhan ekonomi Q2-2026 diperkirakan berada di bawah 5%, sejalan dengan pernyataan Menkeu Purbaya kemarin di KSSK. Pelemahan tsb disebabkan oleh pelemahan rupiah yang menekan aktivitas ekonomi melalui kenaikan biaya impor, kondisi keuangan yang lebih ketat, serta melemahnya kepercayaan konsumen dan dunia usaha. Jika realisasi PDB berada di bawah 5%, maka akan menjadi kejutan negatif dibandingkan konsensus Bloomberg yang masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sebesar 5,10%.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP*