Financial Market Update

Point of Interest:

·       Lowongan pekerjaan di AS turun sebanyak 288.000 menjadi 7,19 juta pada Maret 2025, merupakan level terendah selama 6 bulan terakhir dan jauh di bawah ekspektasi konsensus sebesar 7,48 juta. Penurunan tersebut bersifat menyeluruh, dengan penurunan terbesar terjadi pada sektor transportasi, pergudangan, katering, dan konstruksi.

 

·       Defisit perdagangan barang AS (Maret) naik signifikan menjadi USD162 miliar, terbesar sepanjang Sejarah, dan di atas ekspektasi yaitu defisit sebesar USD146 miliar, seiring ancaman tarif oleh pemerintah AS mendorong perusahaan domestik untuk meningkatkan aktivitas impornya. Pada Maret, impor tumbuh 30,8%YoY, sementara ekspor hanya tumbuh 6,8%YoY.

 

·       Indikator Sentimen Ekonomi di Eropa turun ke level 93,6 pada April 2025, lebih rendah dari level 95,0 pada Maret 2025 dan di bawah ekspektasi sebesar 94,5, yang mencerminkan penurunan keyakinan investor secara luas terhadap prospek ekonomi di berbagai sektor.

 

·       Harga minyak Brent turun sekitar 3% menjadi USD64/barel seiring tensi perdagangan global dan data ekonomi AS yang lemah menurunkan prospek permintaan minyak global. Harga minyak Brent turun 14% pada April 2025, merupakan penurunan bulanan paling signifikan sejak 2021, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa tarif yang lebih tinggi dapat mendorong ekonomi global ke dalam resesi.

 

·       Menteri Keuangan, Sri Mulyani, melaporkan APBN 2025 membukukan defisit Rp 104,2 triliun per akhir Maret (0,43% terhadap PDB). Sementara itu, keseimbangan primer tercatat surplus Rp 17,5 triliun per akhir Maret, yang berarti utang lama tidak perlu dibayar dengan penarikan utang baru. Adapun penerimaan negara per akhir Maret sebesar Rp 516,1 triliun (17,2% dari target APBN 2025) dengan penerimaan pajak sebesar Rp322,6 triliun, turun 18,1%YoY dibandingkan Maret 2024.

 

·       Fitch menilai bahwa depresiasi rupiah saat ini belum cukup besar untuk menimbulkan masalah yang signifikan bagi korporasi dan potensi penurunan lebih lanjut pada rupiah diperkirakan minim. Fitch juga menilai, dampak pelemahan rupiah terhadap perbankan masih belum mengkhawatirkan. Namun, Fitch memandang, bank lebih mungkin terkena dampak dari sisi efek depresiasi rupiah terhadap debitur serta kualitas aset.

 

·       IHSG ditutup menguat 0,26% ke level 6.766,79.

 

·       Rupiah ditutup menguat 0,96% ke level Rp16.601, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.762.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP