Financial Market Update
POI - Point of Interest:
UST
yield tenor 10-tahun naik ke atas level 3,1%, masih menunjukkan kurva yang
terbalik vs. UST yield tenor 2-tahun yang mencapai level 3,48%, level tertinggi
sejak November 2007 karena ekspektasi investor bahwa suku bunga akan terus naik
ke depan. Pelaku pasar sekarang memperkirakan 70% kemungkinan The Fed akan
menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada rapat September 2022.
Tingkat
inflasi tahunan di Jerman meningkat menjadi 7,9% YoY pada bulan Agustus 2022,
sedikit di atas perkiraan konsensus sebesar 7,8% YoY, dan mencapai level
tertinggi sejak tahun 1990 yang terdampak krisis energi yang sedang berlangsung
dan kendala rantai pasokan akibat Covid-19.
Kenaikan
harga minyak seiring dengan potensi berkurangnya produksi minyak dari Libya
yang memperburuk krisis energi terutama di kawasan Eropa dan berpotensi mendorong
kenaikan inflasi lebih lanjut.
Menurut
Menkeu, jika harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan, maka besaran subsidi dan
kompensasi diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp698 triliun hingga akhir
tahun. Ini akan menjadi tambahan anggaran belanja untuk RAPBN 2023. Angka
tersebut melampaui kuota subsidi sebesar Rp502,4 triliun yang ditetapkan dalam
APBN 2022.
Harga
obligasi di pasar surat utang Indonesia bergerak sideways pada rentang yang
terbatas hari ini karena investor yang masih cenderung wait and see di tengah
minimnya katalis baru dari sisi eksternal maupun domestik.
IHSG
ditutup menguat 0,27% atau 19bps ke level 7.178,59. IHSG diperdagangkan
fluktuatif karena masih ada kekhawatiran investor terkait pernyataan dari The
Fed dan ECB. Saham berkapitalisasi besar dan sektor konstruksi menguat untuk
menopang pasar.
Rupiah
ditutup stabil di level Rp14.843/USD,
dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.843/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP