Financial Market Update
Point of Interest:
•
Rilis data ekonomi AS cenderung beragam. FHFA House Price Index (Juni) terkontraksi
0,1% MoM dari 0,0% (Mei). Conf. Board Consumer Confidence (Agustus) naik ke
103,3 dari 101,9 (Juli) mengindikasikan membaiknya sentimen konsumen di AS.
•
Presiden Federal Reserve Bank of Richmond, Tom Barkin, menyatakan
bahwa dirinya mendukung "pemangkasan" FFR sebagai respons terhadap
melemahnya pasar tenaga kerja AS.
•
Inflasi Australia melambat ke 3,5% YoY (Juli) dari 3,8% YoY (Juni), sedikit di atas ekspektasi konsensus sebesar
3,4%. Disinflasi terutama didorong oleh subsidi energi dari Pemerintah yang
menurunkan biaya Listrik sebesar 5%.
•
Harga minyak Brent turun ke kisaran USD78-80 per barel karena
kekhawatiran terhentinya pasokan minyak dari Libya. Selain itu, permintaan bahan bakar gas di
Eropa diperkirakan turun di bawah level Covid-19 karena melemahnya manufaktur.
•
Pemerintah Indonesia menerbitkan SUN tenor 40 tahun (FR105) melalui
private placement sebesar Rp3 triliun pada 22 Agustus dengan settle date 27
Agustus. FR105 dapat
diperdagangkan Kembali dengan Tingkat kupon 6,875% dan yield 6,930%*
•
Gubernur BI, Perry Warjiyo yakin kurs Rupiah pada 2025 akan menguat ke
kisaran 15.300-15.700 per USD dengan asumsi tidak ada kondisi geopolitik atau kondisi lain yang
menekan Rupiah. Angka tersebut berbeda dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani,
yang memperkirakan Rupiah akan melemah ke 16.100 per USD.
•
IHSG ditutup menguat 0,80% ke level 7.658,88.
•
Rupiah ditutup menguat 0,45% ke level Rp Rp15.425/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp 15.495/USD.