Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*    Komisi Uni Eropa merencanakan serangkaian tindakan mendesak di seluruh kegiatan ekonominya dan akan meningkatkan status pasokan gas darurat Uni Eropa ke “level waspada” untuk mempersiapkan musim dingin yang panjang dan sulit untuk memitigasi dampak dari kemungkinan pemutusan pasokan gas oleh Rusia.

*    Harga minyak Brent naik sekitar 5,0% ke atas USD105/barel, karena ketatnya pasokan yang sedang berlangsung. Para menteri Saudi bersikeras bahwa keputusan kebijakan produksi minyak akan menyesuaikan dengan pertemuan OPEC+ pada 3 Agustus 2022 meskipun Biden menekan OPEC untuk meningkatkan pasokan minyak.

*    Harga emas berjangka turun tipis 0,19% di $1.706,95/oz. Investor mempertimbangkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lanjutan dan dampaknya terhadap pertumbuhan global.

*    Menurut Kementerian Keuangan, Indonesia membebaskan minyak kelapa sawit dan produk turunannya dari pungutan ekspor untuk mengurangi stok domestik yang membengkak dan untuk meningkatkan ekspor, pungutan ekspor dipotong menjadi nol dari sebelumnya USD200/ton mulai 15 Juli hingga Agustus 31, 2022.

*    DJPPR menerbitkan SUN senilai IDR11,87 triliun melalui lelang yang dilakukan hari ini, dibawah target indikatifnya yang sebesar IDR15,0 triliun. Total penawaran investor yang masuk dalam lelang kali ini sebesar IDR29,45 triliun, lebih tinggi dari lelang SUN sebelumnya yang sebesar IDR25,98 triliun, namun masih jauh dibawah rata – rata bid investor dalam 13 kali lelang SUN sebelumnya di tahun 2022 yang mencapai IDR51,35 triliun.

*    IHSG ditutup menguat 1,15% atau 77 bps ke level 6.736,09. Penguatan ini terjadi karena investor mulai mengabaikan kekhawatiran atas resesi global dan pengetatan kebijakan moneter. Saham komoditas mendukung pasar hari ini setelah kenaikan harga batubara dan nikel semalam.

*    Rupiah ditutup menguat 4 bps atau 0,03% di level Rp14.978/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.982/USD. Investor masih cenderung wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP