Financial Market Update

Point of Interest:

 

- Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun sebanyak 13K menjadi 216K pada pekan yang lalu, dibawah ekspektasi konsensun sebanyak 234K yang menjadi level terendahnya sejak Februari 2023 dan menambah bukti bahwa pasar tenaga kerja AS masih kuat.

 

- Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan probabilitas sebesar 93,0% bahwa Fed Fund Rate akan dipertahankan di level 5,25% - 5,50% pada FOMC meeting bulan ini. Sementara itu, probabilitas kembali dipertahankannya suku bunga pada bulan November berada di level 55,5%, seiring data Yield US Treasury yang menunjukkan tren penurunan, didorong oleh meningkatnya minat investor untuk kembali masuk ke pasar pasca kenaikan yield dalam tiga hari berturut - turut. Investor masih memperkirakan bahwa Bank Sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada pertemuan bulan September. 

 

- Biaya unit tenaga kerja di sektor non-pertanian AS naik 2,2%yoy pada 2Q23, lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 1,9%yoy. Namun masih dibawah kenaikan 3,3%yoy pada 1Q23.

 

- PDB Eropa naik sebesar 0,1%yoy pada 2Q23. Pertumbuhan terbatas tersebut mendorong keraguan pada investor terkait kemampuan perekonomian Eropa dalam menghindari resesi.

 

- Rilis data Neraca Perdagangan China menunjukkan surplus yang turun menjadi USD68,4 miliar pada Agustus 2023, dari USD78,7 miliar pada Agustus 2022. Ekspor China turun sebesar 8,8%yoy, impor turun sebesar 7,3%yoy.

 

 

- IHSG akhir pekan ini ditutup melemah 0,43% ke level 6.924,78, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level  6.954,81. Pelemahan didorong oleh tujuh indeks sektoral diantaranya adalah sektor properti dan real estat turun 0,72%, sektor keuangan turun 0,61%, sektor transportasi dan logistik turun 0,59%, sektor barang konsumsi primer turun 0,47%, sektor teknologi turun 0,41%, sektor perindustrian turun 0,10% dan sektor energi melemah 0,05%.

 

- Rupiah akhir pekan ini ditutup stabil pada level Rp15.328/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.328/USD.

 

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP