Financial Market Update

Point of Interest:

 

- Indeks dolar stabil di sekitar level 102 setelah menghadapi volatilitas yang tinggi pekan lalu, seiring investor yang cenderung belum terlalu agresif menjelang data inflasi AS sebagai salah satu indikator prospek kebijakan moneter Fed.

 

- Total kredit konsumtif di AS naik sebesar USD17,9 miliar pada Juni 2023, setelah tumbuh sebesar USD9,5 miliar pada Mei 2023 dan jauh di atas perkiraan konsensus yaitu pertumbuhan sebesar USD13 miliar yang didukung oleh pinjaman otomotif dan pinjaman uang kuliah yang lebih tinggi.

 

- Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% YoY pada 2Q23, di atas perkiraan konsensus sebesar 4,93% YoY, dan lebih tinggi dari pertumbuhan sebesar 5,04% YoY pada 1Q23. Hal ini merupakan periode ekspansi ekonomi yang ke-9 secara berturut-turut seiring dengan akselerasi konsumsi rumah tangga selama bulan puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

 

- Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023F antara 4,5%-5,3%yoy. Tren pelemeahan inflasi lebih lanjut ditambah dengan peningkatan aktivitas ekonomi menjelang pemilu Februari 2023 membuat belanja rumah tangga akan mampu untuk mengimbangi pelemahan ekspor seiring normalisasi harga komoditas dalam beberapa bulan mendatang.

 

- Cadangan devisa di Indonesia naik menjadi USD137,7 miliar pada Juli 2023 dari level terendahnya selama 6-bulan terakhir sebesar USD137,5 miliar pada Juni 2023, didukung oleh penerimaan pajak. Tingkat cadangan devisa tersebut setara dengan kebutuhan pendanaan selama 6,2 bulan impor, di atas standar global.

 

- IHSG hari ini ditutup melemah 0,25% ke level 6.868,81, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.886,37. Pelemahan didorong oleh sektor teknologi 1,13%, industri 0,10%, bahan baku 0,34%, energi 0,03%, keuangan 0,03%, dan siklikal 0,33%. Sementara terdapat beberapa yang menguat antara lain sektor nonsiklikal 0,07%, infrastruktur 1,01%, properti 0,48%, transportasi 0,25%, dan kesehatan 0,09%.

 

- Rupiah hari ini ditutup melemah 0,23% ke level Rp15.215/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.185/USD.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP