Financial Market Update

POI - Point of Interest:

  • Seiring berlanjutnya ketidakpastian kebijakan suku bunga Bank Sentral utama global ke depan, investor diperkirakan masih akan fokus pada rilis data-data ekonomi AS dan Eropa. Dari AS, pelaku pasar diperkirakan akan melihat data penjualan ritel, produksi industry, data-data perumahan seperti housing starts, building permits, dan existing home sales. Dari Eurozone, inflasi konsumen diperkirakan mencapai 5,5% YoY di bulan Juni (lebih rendah dari sebelumnya sebesar 6,1% YoY) namun diperkirakan akan meningkat 0,3% MoM di bulan Juni (lebih tinggi dari sebelumnya sebesar 0,0% MoM).
  • Inflasi Eropa diperkirakan masih tetap tinggi, meskipun menurun, sehingga Bank Sentral Eropa dan Bank of England diperkirakan masih akan melanjutkan kenaikan suku bunganya dalam beberapa waktu ke depan. Hal tersebut mendorong kemungkinan suku bunga Bank Sentral utama global yang masih akan tetap tinggi, mendorong yield obligasi Pemerintah AS dan Eropa diperkirakan juga masih akan bergerak di sekitar level saat ini dalam waktu dekat.
  • Seiring pemerintah China menerapkan langkah-langkah untuk mendukung pemulihan ekonominya, Yuan terapresiasi ke level 7,3/USD, merupakan level tertingginya sejak Juni 2023).
  • PDB China untuk 2Q23 pekan ini menurut proyeksi konsensus akan menunjukkan kenaikan, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi China menjadi 7,3% YoY.
  • Harga gula global naik menjadi sekitar USD29,2/pound, merupakan level tertingginya dalam 10-tahun terakhir di tengah ancaman pasokan gula global. Pembatasan kuota ekspor dikhawatirkan terjadi seiring terus berlanjutnya iklim El Nino yang menghambat prospek produksi gula di Brasil, India, dan Thailand.
  • IHSG ditutup melemah 2,4bps atau 0,04% ke level 6.867,14. Indeks sektoral yang menguat yakni sektor energi 0,86%, siklikal 0,64%, keuangan 0,06%, teknologi 0,34%. Sedangkan mayoritas melemah yakni sektor bahan baku 0,35%, industri 0,03%, non siklikal 0,64%, kesehatan 0,83%, properti 0,23%, infrastruktur 0,4%, transportasi 0,19%.
  • Rupiah ditutup melemah 0,36% ke level Rp15.000/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.955/USD. 

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP