Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Menteri
Keuangan AS Janet Yellen melihat berkurangnya risiko bagi AS untuk jatuh ke
dalam resesi, dan menyatakan bahwa mungkin hanya perlambatan pada belanja
konsumen yang menjadi harga yang harus dibayar untuk mengakhiri kebijakan
moneter oleh Fed.
PMI
Komposit AS Global S&P turun ke level 53,0 pada Juni 2023, turun dari level
54,3 pada Mei 2023. Data terbaru tersebut menandakan bahwa aktivitas manufaktur
melambat di sektor swasta seiring produksi pabrik yang turun pada tingkat
terendahnya sejak Januari 2023.
PMI
Komposit Kawasan Eropa HCOB turun ke level 50,3 pada Juni 2023, merupakan level
terlemahnya sejak Januari 2023, turun dari level 52,8 dan di bawah perkiraan
konsensus di level 52,5. Data tersebut menunjukkan perlambatan yang signifikan
dalam ekspansi bisnis di sektor swasta karena kombinasi dari kenaikan yang
lebih lambat di sektor jasa dan penurunan di sektor manufaktur.
Menurut
Fitch Rating, produksi beras pada tahun 2023 akan mencatatkan penurunan
terbesarnya dalam dua dekade terakhir dan berpotensi mengalami kondisi defisit
beras secara global karena cuaca buruk di negara penghasil beras utama seperti
China dan Pakistan.
Di
AS, sorotan akan tertuju pada data pendapatan dan pengeluaran pribadi, indeks
inflasi PCE, pesanan barang tahan lama, dan Keyakinan Konsumen Michigan. Selain
itu, beberapa pejabat bank sentral, termasuk Ketua Fed Powell dan Presiden ECB
Lagarde, akan menghadiri Forum ECB terkait Bank Sentral di Portugal. Terakhir,
di China, PMI Manufaktur dan non-manufaktur NBS akan dirilis pekan ini.
IHSG
ditutup menguat 0,38% atau 25bps pada level 6.664,67.
Rupiah
ditutup melemah 0,14% atau 21bps ke level Rp15.015/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.994/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP