Financial Market Update
POI - Point of Interest:
PMI
sektor jasa menurut versi ISM di AS turun ke level 50,3 di Mei 2023 dari level
51,9 di April 2023, menunjukkan ekspansi selama lima bulan secara
berturut-turut di sektor jasa, tetapi laju ekspansinya menunjukkan perlambatan
dan berada di bawah perkiraan konsensus di level 52,2.
Pesanan
baru untuk barang manufaktur di AS meningkat sebesar 0,4% MoM di April 2023 di
tengah belanja militer pemerintah yang kuat khususnya pesawat pertahanan,
tetapi melambat dari kenaikan 0,6% MoM di Maret 2023 dan meleset dari perkiraan
konsensus yaitu kenaikan sebesar 0,8% MoM.
Tingkat
inflasi headline Indonesia turun ke level terendahnya dalam 12 bulan terakhir
sebesar 4,0% YoY di Mei 2023 dari 4,3% YoY di April 2023 dan di bawah perkiraan
konsensus sebesar 4,2% YoY. Sementara itu, inflasi inti turun ke level
terendahnya dalam 11 bulan terakhir sebesar 2,7% YoY di Mei 2023 dari 2,8% YoY
di April 2023, dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 2,8% YoY.
Dengan
ekonomi yang dibuka kembali sepenuhnya dari pembatasan pandemi, jumlah
wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia meningkat sebesar 276,3% YoY
di April 2023, mencapai 865,8 ribu wisatawan mancanegara.
Harga
minyak Brent naik sekitar 1% ke USD76,5/barel setelah Arab Saudi berjanji untuk
memangkas produksi minyaknya sebesar 1 juta barel per hari menjadi hanya
sekitar 9 juta barel per hari dimulai pada Juli 2023 (vs. rata-rata produksi
minyak Arab Saudi sebesar 11-12 juta barel per hari selama 5 tahun terakhir).
IHSG
ditutup menguat 0,25% atau 16bps pada level 6.649,72.
Rupiah
ditutup menguat 0,20% atau 30bps ke level Rp14.860/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.890/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP