Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Indeks dolar berada di sekitar 105,1 bergerak di dekat level
tertingginya sejak Desember 2002. Saat ini, Investor menantikan risalah rapat
bank sentral dan data pekerjaan bulanan yang akan dirilis minggu ini sebagai
petunjuk arah untuk kebijakan moneter AS.
Wabah baru dalam kasus Covid-19 di provinsi timur China menimbulkan
kekhawatiran perlambatan pemulihan ekonomi lebih lanjut sementara raksasa real
estat Shimao Group gagal bayar obligasi luar negeri senilai USD1 miliar setelah
setahun mengalami tekanan keuangan, memperdalam krisis pasar properti domestik.
Sementara itu, yield obligasi pemerintah China tenor 10-tahun naik ke level
tertingginya dalam 10 minggu terakhir di 2,85% setelah investor asing
mengurangi kepemilikan obligasi China selama empat bulan berturut-turut pada
Juni 2022.
Harga minyak Brent naik sekitar +2,26% menjadi USD113/barel pada hari
Senin, karena kekhawatiran atas berkurangnya pasokan melebihi kekhawatiran
bahwa perlambatan ekonomi global akan menurunkan permintaan minyak. Harga
minyak Brent naik hampir 50% tahun ini, karena invasi Rusia ke Ukraina,
permintaan konsumen yang kuat dan pasokan yang lemah.
Harga emas LME turun hingga di bawah USD1.800/ounce, level terendahnya
dalam 5 bulan terakhir ditekan oleh dolar yang kuat karena Federal Reserve
memimpin gelombang kenaikan suku bunga global secara agresif untuk memerangi
inflasi dan juga ECB diperkirakan akan mulai menaikkan suku bunga pada Juli
2022.
Pada lelang SUN hari ini, DJPPR memenangkan lelang sebesar Rp13,8
Triliun dari target lelang sebesar Rp15 Triliun dengan penawaran yang masuk
sebesar Rp25,98 Triliun.
Outflows SBN kehilangan momentum,
hal tersebut tercermin dari jumlah outflows
yang mulai melambat dalam seminggu terakhir (5 hari) sebesar $52,6 juta
dibandingkan dengan flows rata-rata
20 hari yaitu sebesar $74,8 juta karena yield tenor 10 tahun yang naik dan
Rupiah mengalami pelemahan.
IHSG ditutup menguat 0,97% atau 64bp ke level 6.703,27. IHSG rebound
setelah sempat melemah selama berhari-hari. Indeks menguat sejak pembukaan dan berhasil mempertahankan
kenaikannya hingga akhir hari. Transaksi pasar tetap rendah sementara semua
sektor ditutup di wilayah positif dengan saham komoditas dan keuangan memimpin
kenaikan.
Rupiah ditutup melemah 20bp atau 0,13% ke level Rp14.988/USD,
dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.968/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP