Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,75%, merupakan level
tertingginya selama lebih dari tiga pekan terakhir seiring data pertumbuhan PDB
AS dan tingkat pendapatan pribadi yang tetap kuat menunjukkan ketahanan ekonomi
AS yang lebih baik sejak Fed memulai siklus pengetatan moneter pada bulan Maret
2022. Namun, data harga PCE yang lebih rendah dari perkiraan dan tingkat
pengeluaran pribadi untuk bulan November 2022 membatasi kenaikan yield obligasi
lebih lanjut.
Inflasi
Personal Consumption Expenditure (PCE) di AS mulai melambat dan hanya tumbuh
sebesar 5,5% YoY pada November 2022, di bawah 6,1% YoY pada Oktober 2022 dan
merupakan level terendahnya sejak Oktober 2021.
Baru-baru
ini, Putin menyatakan bahwa Rusia ingin mengakhiri perang di Ukraina dan
semakin cepat semakin baik, tentu saja ini akan melibatkan solusi diplomatik.
Rusia terus-menerus mengatakan terbuka untuk negosiasi, tetapi Ukraina dan
sekutunya mencurigainya sebagai taktik militer.
Menurut
Bank Indonesia, untuk November 2022, situasi likuiditas perbankan cukup baik
ditunjukkan dengan rasio AL/DPK sebesar 30,4%, pertumbuhan kredit tetap stabil
di sekitar 11,2% YoY (vs. 12,0% YoY pada Oktober 2022), tren deposito turun
tipis menjadi 8,8% YoY (vs. 9,1% YoY pada 2022), dan rasio NPL tetap rendah di
level 2,72%.
Pada
pekan terakhir tahun 2022 akan ada sangat sedikit rilis data ekonomi penting.
Di AS, data perumahan dan rilis data PMI akan menjadi pusat perhatian. Selain
itu, Jepang akan merilis data penjualan ritel, produksi industri, dan tingkat
pengangguran, sementara di Korea Selatan dan Rusia akan fokus pada rilis data
tingkat inflasi.
IHSG
ditutup menguat 0,52% atau 35bps ke level 6.835,81.
Rupiah
ditutup melemah 0,26% atau 40bps ke level Rp15.633/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.593/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP