Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun kembali naik ke sekitar level 3,60% seiring prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Fed menurunkan ketertarikan investor terhadap surat utang pemerintah AS. Selain itu, investor juga ekspektasikan bahwa peluang resesi global yang jauh lebih tinggi di tahun depan.

*   Indeks dolar turun ke sekitar level 104 dan melemah cukup signifikan terhadap sebagian besar mata uang di negara maju dan negara berkembang di tengah prospek kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut yang meningkatkan probabilitas bahwa hal tersebut dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.

*   Harga minyak Brent naik ke atas USD80/barel seiring otoritas China yang berkomitmen untuk meningkatkan konsumsi minyak untuk mempercepat pemulihan aktivitas manufakturnya, meningkatkan harapan investor akan permintaan minyak global yang lebih besar ke depan. Selain itu, sentimen bullish terhadap minyak global diperkuat oleh pemerintahan Biden yang bergerak untuk mengisi kembali cadangan minyak darurat AS dalam waktu dekat.

*   Mata uang Rupiah telah melemah sebesar 8,5% terhadap dolar AS sepanjang tahun ini. Kenaikan suku bunga AS yang agresif dan ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan mendorong investor untuk menarik dana dari pasar keuangan di negara berkembang dan beralih ke aset safe-haven. Namun, ekspor Indonesia yang kuat diperkirakan akan mampu mengimbangi dampak pelemahan Rupiah terhadap dolar AS ke depan.

*   Menurut perkiraan ING Group, Bank Indonesia (BI) akan menaikkan BI7DRR sebesar 25 bp lagi pada pertemuan pekan ini menjadi 5,50% dan kemudian menaikan suku bunganya lebih lanjut sebesar 25 bp pada 1Q23 ke level puncak sebesar 5,75%. Kemudian kembali bergerak turun ke level 5,50% pada 3Q22 dan mengakhiri tahun 2023 dengan suku bunga sebesar 5,25%. Lebih lanjut, BI7DRR bisa turun lebih jauh ke level 5.00% pada 4Q24 dan ke level 4,50% pada 4Q25.

*   IHSG ditutup melemah 0,17% atau 11bps ke level 6.768,32. IHSG diperdagangkan melemah sejak pembukaan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pengetatan kebijakan moneter global. Saham kapitalisasi besar dan saham teknologi menekan pasar turun hari ini sementara nama konsumer menguat. Aksi beli datang setelah jeda tengah hari dan berhasil menghapus sebagian besar pelemahan sebelumnya. Namun, indeks masih ditutup sedikit melemah. GOTO anjlok 5,4%, ARTO turun 5,5%, BUKA turun 3,8%, BBRI turun 1,2% dan BBCA melemah 0,9%. Sementara itu, MAPI menguat 7,5%, ICBP naik 1,5%, MYOR menguat 2,9%.

*   Rupiah ditutup melemah 0,03% atau 5bps ke level Rp15.603/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.598/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


 Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP