Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Tingkat
inflasi secara tahunan di AS melambat ke level 7,1% YoY pada November 2022,
merupakan level terendahnya sejak Desember 2021, dan lebih rendah dari level
7,7% YoY pada Oktober 2022 dan di bawah ekspektasi konsensus sebesar 7,3% YoY.
Secara bulanan, inflasi AS naik tipis 0,1% MoM, lebih rendah dari perkiraan
konsensus sebesar 0,3% MoM. Sementara itu, inflasi inti naik 0,2% MoM dan 6,0%
YoY, masing-masing di bawah ekspektasi konsensus sebesar 0,3% MoM dan 6,1% YoY.
Yield
US Treasury tenor 10-tahun turun ke sekitar level 3,50% setelah rilis data
inflasi AS lebih rendah dari perkiraan, menurunkan ekspektasi investor terkait
seberapa jauh Fed harus menaikkan target Fed Funds Rate (FFR). Sebaliknya, data
inflasi AS tersebut meningkatkan kepercayaan investor bahwa Fed akan menaikan
suku bunganya sebesar 50 bp pada pekan ini.
The
Fed diperkirakan akan menaikkan Fed Funds Rate (FFR) hanya sebesar 50 bp
menjadi 4,25%-4,5% pada pertemuan terakhirnya di tahun 2022. Investor juga akan
mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi serta dot plot untuk melihat seberapa
tinggi ekspektasi Fed terkait puncak FFR dan seberapa lama FFR akan bertahan di
level yang tinggi. Sementara itu, investor saat ini ekspektasikan penurunan
suku bunga Fed pada 2H23.
Menurut
Bank Indonesia (BI), inflasi akan turun menjadi 5,22% YoY pada Desember 2022
seiring dengan penurunan harga sembako, khususnya harga cabai merah dan bawang
merah, sehingga tekanan inflasi pada Desember 2022 akan lebih rendah
dibandingkan dengan rata-rata tingkat inflasi bulan Desember pada periode 2019
hingga 2021.
Menurut
Kementerian Keuangan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Indonesia pada
November 2022 dan Desember 2022 akan mencapai total Rp80 triliun. Dengan
demikian, penerimaan PNBP dalam setahun penuh 2022 dapat mencapai Rp556,5
triliun atau 113,5% dari target awal Pemerintah.
IHSG
ditutup melemah 0,13% atau 9bps ke level 6.801,75.
Rupiah
ditutup menguat 0,38% atau 59bps ke level Rp15.598/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.657/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP