Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US treasury tenor 10-tahun melanjutkan tren penurunannya ke level 3,51% setelah
Personal Consumption Expenditure (PCE) inflasi inti di AS turun ke 5,0% YoY
pada Oktober 2022 yang in-line dengan ekspektasi konsensus, data tersebut
memberikan sinyal bahwa inflasi AS telah melewati puncaknya dan kebijakan
moneter agresif Fed mulai memberikan dampak pada perekonomian.
JP
Morgan dan Morgan Stanley menyatakan bahwa era penguatan dolar akan segera
berakhir dan memperkirakan bahwa indeks USD akan melemah di sepanjang tahun
2023 seiring inflasi AS yang terus turun mendorong investor untuk memangkas
ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve.
Menurut
perkiraan Bloomberg Economics, China akan secara bertahap melonggarkan
kebijakan pembatasan zero Covid-19 selama tujuh bulan ke depan, sehingga
pembukaan kembali aktivitas ekonomi secara penuh akan terjadi pada pertengahan
2023. Dengan kata lain, perekonomian China akan bebas dari pembatasan Covid-19
pada akhir 1H22.
Inflasi
Personal Consumption Expenditure (PCE) di AS meningkat ke 6,0% YoY pada Oktober
2022, di bawah 6,3% YoY pada September 2022. Ini merupakan level terendahnya
sepanjang tahun ini. Jika mengeluarkan perhitungan inflasi makanan dan energi,
inflasi PCE inti AS meningkat 5,0% YoY, di bawah 5,2% YoY pada September 2022.
Saat ini, investor sedang menantikan data non-farm payrolls dan data tingkat
pengangguran untuk bulan November yang akan dirilis besok sebagai petunjuk
lebih lanjut terkait kenaikan suku bunga.
Menurut
Bank Indonesia (BI), Indonesia harus tetap mewaspadai lima potensi risiko
global yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional pada
tahun 2023, yaitu: (1) Meningkatnya risiko resesi di AS dan Eropa, (2) Tren
inflasi tinggi yang berkepanjangan akibat lonjakan harga pangan dan energi, (3)
Tren suku bunga tinggi, (4) Penguatan dolar AS, (5) Penarikan dana oleh
investor asing yang ingin mengalihkan asetnya ke aset yang lebih likuid akibat
risiko ekonomi yang tinggi.
IHSG ditutup
melemah terbatas 0,02% atau 1bps ke level 7.019,64.
Rupiah
ditutup menguat 0,87% atau 135bps ke level Rp15.428/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.563/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP