Financial Market Update

POI - Point of Interest:

Harga obligasi di pasar surat utang domestik melanjutkan tren penguatan pada hari ini akibat aksi jual pasar saham Asia yang disebabkan oleh kekhawatiran investor thd resesi sehingga meningatkan permintaan untuk surat berharga yang lebih aman. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar IDR17,0 triliun hari ini, lebih tinggi dari volume transaksi kemarin sebesar IDR13,4 triliun.

Rilis data inflasi Inggris per Mei 2022 yang melonjak ke 9,1%yoy, menyentuh rekor tertinggi sejak 40 tahun. Inflasi yang melonjak dipicu oleh harga energi dan krisis biaya hidup.

Harga gandum global turun sebesar USD10/bushel pada perdagangan kemarin, turun ke level terendah selama 10 minggu terakhir. Kekhwatiran pasokan global diharapkan mereda dengan dimulainya panen gandum di Amerika Utara dan Eropa serta ekspektasi panen besar dari Rusia. Selain itu, didukung dengan pernyataan Kementerian Pangan India yang akan membuka kembali ekspor gandum ke negara tetangga.

Harga karet dunia melemah pada perdagangan hari ini menyusul peningkatan kasus baru virus Covid-19 di China yang memungkinkan adanya lockdown untuk menekan laju penyebaran covid-19. Adapun China sendiri merupakan konsumen karet terbesar di dunia dengan menyerap 4,7 juta metrik ton. Pada perdagangan Rabu, harga karet yang diperdagangkan di pasar berjangka Jepang tercatat JPY 254/kg, turun 0,27% dibandingkan posisi kemarin.

Harga minyak mentah dunia anjlok 6% pada perdagangan hari ini karena pedagang cemas bahwa permintaan komoditas akan terpukul karena resesi yang dipicu oleh kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi. Pada Rabu (22/6/2022) pukul 14.33 WIB minyak mentah jenis brent tercatat US$ 109,35/barel, anjlok 4,64% dibanding posisi kemarin. Sedangkan minyak jenis WTI anjlok 6,12% menjadi US$ 103,89/barel.

IHSG ditutup melemah 59,67 poin atau 0,85% ke posisi 6.984,31. Sementara Indeks LQ45 turun 9,29poin atau 0,91% ke posisi 1.008,76. Net sell investor asing di seluruh pasar sebesar Rp 64,84 miliar. Indeks saham di Asia mayoritas ditutup turun akibat kekhawatiran terkait kenaikan suku bunga dan inflasi yang menjadi fokus para investor.

Kurs Rupiah ditutup melemah 0,34% atau 50 poin ke level Rp14.862/USD. Sementara, yen Jepang naik 0,31%, rupee India turun 0,24%, dan yuan China turun 0,48%. Penguatan dolar AS terhadap mata uang lain disebabkan oleh aksi investor yang menunggu isyarat kebijakan moneter dari AS dalam kesaksian Ketua The Fed kepada Kongres AS.


Demikian disampaikan, terima kasih.




Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP