Financial Market Update

IDR10 : 7,13% - 7,14% (cl: 7,14%)
IDR5 : 6,98% - 7,02% (cl: 7,01%)
UST10 : 5,22% - 5,26% (last: 5,22%)

IDR : 17.875 - 17.957 (cl: 17.875)
DXY : 101,79 - 102,13 (last: 102,02)
JCI : 5.979,98 - 6.053,24 (cl: 6.036,89)

Yield SUN
FR0109 (5yr): 0bps to 7,01%
FR0108 (10yr): +1bps to 7,14%
FR0106 (15yr): +1bps to 7,19%
FR0107 (20yr): 0bps to 7,20%

Market Recap:

• Harga SBN seri benchmark bergerak sideways cenderung melemah dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-1 bps. Pergerakan pasar SBN hari ini cenderung sejalan dengan stabilisasi yield UST 10 tahun yang kembali bergerak di kisaran 5,21%-5,26% setelah sehari sebelumnya menembus 5,30%. Hal ini sejalan dengan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober disertai penguatan Rupiah yang turut memberikan stabilisasi pada pasar SBN. Aksi wait and see pelaku pasar menunggu rilis data sektor ketenagakerjaan AS malam ini turut berkontribusi pada terbatasnya pergerakan SBN.

• Rupiah ditutup menguat 0,42% ke 17.875 dari sebelumnya 17.950, sejalan dengan penguatan mata uang lainnya di kawasan Asia seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 26% dari sekitar 70% sebelumnya setelah data PCE AS lebih rendah dari perkiraan dan komunikasi pejabat Fed mengurangi urgensi pengetatan lanjutan. Penurunan yield UST memberikan ruang bagi mata uang emerging Asia untuk menguat, dengan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar tetap menjadi faktor pendukung Rupiah.

• IHSG ditutup menguat 27,39 poin atau 0,46% ke 6.036,89, meskipun penguatan tersebut cenderung selektif dan bersifat teknikal, dimana sebanyak 319 saham tercatat naik, 337 saham turun dan 134 saham stagnan. Dari sisi sektoral, tujuh indeks sektoral menguat dengan kenaikan terbesar berasal dari sektor teknologi (+1,51%), energi (+1,12%), dan barang konsumen non siklikal (+0,67%). Sementara itu, empat indeks sektoral lainnya melemah dengan pelemahan terdalam pada sektor perindustrian (-1,70%), transportasi (-1,38%) dan infrastruktur (-0,90%).

Point of Interest:

• Inflasi Eurozone meningkat dan memperkuat ekspektasi pengetatan ECB. Inflasi kawasan Eropa naik ke 3,8% YoY pada September (estimasi: 3,7%, Agustus: 3,2%) yang merupakan level tertinggi sejak September 2023. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh lonjakan harga energi yang meningkatkan ekspektasi bahwa ECB akan kembali menaikkan suku bunga.

• Krisis obligasi Prancis meningkat di tengah kekhawatiran fiskal dan politik. Yield sovereign Prancis terus naik seiring keraguan investor terhadap kemampuan pemerintah menurunkan defisit, tingginya kebutuhan penerbitan obligasi, serta ketidakpastian politik menjelang pemilu presiden tahun 2027. Sumitomo Mitsui DS Asset Management dilaporkan telah menjual seluruh kepemilikan obligasi pemerintah Prancis dan mengalihkan dana ke Bund Jerman serta obligasi pemerintah Jepang jangka pendek.

• Menkeu Suahasil menyatakan Kemenkeu akan fokus pada mandat APBN dan menghormati mandat BI serta Danantara. Menkeu kembali menegaskan komitmen pada batas defisit maksimal 3% PDB dan rasio utang maksimal 60% PDB, serta menekankan pentingnya kualitas kebijakan, komunikasi dengan pasar, dan koordinasi antarotoritas. Lebih lanjut, Menkeu juga menambahkan bahwa dividen Danantara tidak akan dimasukkan sebagai penerimaan dalam APBN 2026 atau 2027. Selain itu, ia juga menilai pemerintah belum melihat kebutuhan mengaktifkan kembali daily bond buyback dan melihat bahwa spread SBN terhadap UST tenor 10 tahun sekitar 220–225 bps masih cukup sehat. Menkeu juga menyatakan pemerintah masih memiliki ruang penerbitan global bond pada Q4-2026.

• BI menyiapkan dukungan kebijakan makroprudensial untuk sektor perumahan. BI mencatat pemanfaatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk sektor perumahan, real estat, dan konstruksi telah mencapai sekitar Rp118 triliun per September 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya BI untuk mempercepat pembiayaan Program 3 Juta Rumah sekaligus menjaga transmisi kredit ke sektor riil melalui kebijakan makroprudensial yang akomodatif.

• Presiden Prabowo melantik Wantimpres yang terdiri dari tokoh bisnis dan mantan pejabat. Presiden melantik Pratikno sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, disertai 24 anggota lain yang berasal dari berbagai latar belakang. Tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung, Dato’ Sri Tahir dan Jusuf Hamka, mantan pejabat seperti Ignatius Jonan, serta tokoh politik dan organisasi Masyarakat lainnya tampak terlihat di dalam susunan anggota Wantimpres.

• Kabut asap kebakaran hutan meluas ke kawasan regional, seiring musim kebakaran hutan terburuk yang dihadapi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dengan kabut beracun dilaporkan menyebar dari Manila hingga Singapura. Situasi ini dinilai menguji komitmen Presiden Prabowo Subianto di tengah pemangkasan anggaran terkait penanggulangan bencana.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP