Financial Market Update

IDR10: 7,10% - 7,13% (cl: 7,13%)
IDR5: 6,96% - 7,01% (cl: 7,01%)
UST10: 5,27% - 5,34% (last: 5,31%)

IDR : 17.897 - 17.956 (cl: 17.950)
DXY : 101,46 - 101,84 (last: 101,83)
JCI : 5.973,16 - 6.095,23 (cl: 6.009,50)

Yield SUN
FR0109 (5yr): +4bps to 7,01%
FR0108 (10yr): +0bps to 7,13%
FR0106 (15yr): -1bps to 7,18%
FR0107 (20yr): -2bps to 7,20%

Market Recap:

• Harga SBN seri benchmark bergerak mixed dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-4 bps. Pasar obligasi pemerintah relatif lebih resilient dibanding saham dan nilai tukar hari ini. Yield SUN 10 tahun cenderung stabil di level 7,13% (ytd: +108 bps). Di tengah kenaikan yield UST ke level tertinggi sejak 2002 (di atas 5,3%) yang secara umum menekan obligasi EM, pasar SBN cenderung bertahan didukung oleh data inflasi inti yang cenderung melandai ke 2,84% YoY (Agustus: 2,92%) dan surplus neraca dagang yang lebih kuat.

• Rupiah ditutup melemah 0,45% ke 17.950 dari sebelumnya 17.870, dengan kinerja yang cukup tertinggal dibanding mata uang peers-nya di kawasan Asia, seiring tekanan tambahan dari harga minyak yang masih tinggi. Kenaikan yield UST 10 tahun ke level tertinggi juga meningkatkan daya tarik aset USD dan menekan mata uang di kawasan emerging. Reuters juga melaporkan posisi bearish terhadap Rupiah telah meningkat ke level tertinggi sejak akhir Juli, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap mata uang negara net importir energi.

• IHSG ditutup melemah 1,02% ke level 6.009,50, dengan kontribusi pelemahan terbesar dari saham GOTO yang turun 12,5% hari ini, melanjutkan tekanan pasca penghapusan batas harga Rp50 yang berlaku sejak 28 September 2026. Saham GOTO kini berada di kisaran Rp38, turun lebih dari 35% dalam empat hari terakhir.

Point of Interest:

• Tekanan di pasar obligasi global berlanjut, dengan yield gilt Inggris tenor 30 tahun menembus 6% dan mencapai level tertinggi sejak awal 1998. Kenaikan yield berlangsung seiring lonjakan UST dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi, suku bunga, serta posisi fiskal global, yang turut memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan Bank of England. Sementara itu, pada kesempatan terpisah Gubernur BoE Andrew Bailey juga memperingatkan bahwa boom kecerdasan buatan (AI) berpotensi memicu guncangan pasar keuangan jika terjadi koreksi.

• BPS merilis inflasi September 2026 yang tercatat naik 3,28% YoY, sedikit di bawah estimasi konsensus 3,30% namun naik dari 3,19% di Agustus, menjadikannya tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan dipicu harga pangan seperti cabai, ayam broiler, beras, dan ikan segar. Sementara itu, inflasi inti turun ke 2,84% dari 2,92% di Agustus, dan inflasi bulanan (MoM) tercatat +0,30% keduanya di bawah estimasi. Inflasi tetap berada dalam target BI di kisaran 1,5%–3,5% seiring harga BBM bersubsidi yang masih dipertahankan pemerintah sehingga menjadi penyangga utama.

• Kejutan positif datang dari data neraca dagang Agustus 2026 yang mencatatkan surplus $3,55 miliar jauh melampaui estimasi konsensus $735 juta (rentang estimasi: -$925 juta hingga +$2,30 miliar dari 24 ekonom) dan merupakan surplus tertinggi sejak September 2025. Ekspor tumbuh +6,72% YoY (estimasi: +4,17%), sementara impor naik +19,09% YoY (estimasi: +29,80%) dengan defisit migas tercatat menyempit ke $2,54 miliar. Secara kumulatif, surplus Januari–Agustus 2026 tercatat $7,25 miliar, jauh di bawah $29,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Non-oil ekspor ke China tumbuh +12,57% MoM, sementara non-oil impor dari AS turun -19,2% MoM.

• PMI Manufaktur September 2026 kembali ke zona ekspansi di angka 52,4, naik signifikan dari 49,8 di Agustus yang berada di zona kontraksi. Hal ini merupakan sinyal positif bagi prospek aktivitas industri di Q4-2026 setelah dua bulan berturut-turut mengalami kontraksi, meskipun belum mampu mengangkat sentimen pasar domestik secara keseluruhan, mengingat tekanan dari faktor eksternal yang masih dominan hari ini.

• Reshuffle kabinet Prabowo hari ini menjadi menjadi fokus utama selain rilis data makro. Presiden Prabowo melantik sejumlah menteri baru, termasuk Bahlil Lahadalia yang ditunjuk sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap sebagai Menteri ESDM. Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono, Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, serta Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menko Perekonomian dan Nurkholisoh Ibnu Aman serta Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan. Reshuffle tersebut merupakan yang terbesar sejak Suahasil Nazara dilantik sebagai Menkeu pada 14 September lalu.

• BEI mulai menerapkan short selling pada 1 Oktober untuk emiten ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF, dengan dua anggota bursa ditunjuk sebagai penyedia layanan pada tahap awal. Hingga sore hari, sekitar 50 investor telah membuka rekening short selling dan BEI menyatakan implementasi hari pertama berjalan lancar.

• OJK menyiapkan perubahan POJK 27/2023 yang membuka ruang bagi Dana Pensiun untuk berinvestasi di luar negeri sebagai alternatif diversifikasi portofolio. Dalam rancangan ketentuan, investasi dapat ditempatkan antara lain pada obligasi pemerintah dan korporasi, saham, serta reksa dana luar negeri dengan persyaratan prudensial tertentu dan batas agregat maksimal 20% dari total investasi. ADPI dan Dapen BCA menilai kebijakan tersebut dapat memperluas fleksibilitas alokasi aset, namun implementasinya tetap perlu mempertimbangkan risiko nilai tukar, tata kelola, biaya transaksi, serta kesesuaian dengan kewajiban pembayaran manfaat pensiun.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP