Financial Market Update

IDR10 : 7,14% - 7,15% (cl: 7,14%)
IDR5 : 6,97% - 6,99% (cl: 6,97%)
UST10 : 4,94% - 5,01% (last: 4,97%)

IDR : 17.590 - 17.659 (cl: 17.648)
DXY : 99,07 - 99,74 (last: 99,58)
JCI : 6.371,40 - 6.550,00 (cl: 6.534,69)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : 0bps to 6,97%
FR0108 (10yr) : +1bps to 7,14%
FR0106 (15yr) : 0bps to 7,18%
FR0107 (20yr) : +1bps to 7,18%

Point of Interest:

Harga SBN seri benchmark bergerak sideways cenderung melemah dengan kisaran kenaikan yield terbatas sebesar 0-1 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 7,14% (ytd: +109 bps). Pasar SBN relatif stabil didukung oleh persepsi positif terhadap kesinambungan kebijakan fiskal dan moneter domestik, di tengah kondisi tekanan global, antara lain inflasi inti AS yang masih tinggi, harga minyak Brent di kisaran $107-$108/barel, serta ekspektasi pengetatan kebijakan bank sentral utama. Berita terkait pergantian Menkeu sempat memicu volatilitas di pasar domestik, namun dengan cepat mereda setelah pasar menilai positif penunjukan Suahasil Nazara sebagai figur teknokrat berpengalaman dari Kemenkeu.

Rupiah ditutup melemah 0,27% ke 17.648 dari sebelumnya 17.600, terutama dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan FFR pada FOMC meeting September akibat kenaikan core CPI AS di atas ekspektasi, serta harga minyak Brent yang bertahan tinggi di kisaran $107-$108/barel. Pergantian Menkeu juga sempat memicu volatilitas Rupiah, namun mereda setelah Menkeu baru menegaskan kesinambungan kebijakan dan prioritas menjaga defisit fiskal di bawah threshold.

IHSG ditutup melemah 0,10% ke level 6.534,69 sejalan dengan sentimen risk-off global dari kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta meningkatnya probabilitas kenaikan FFR pada FOMC September setelah rilis data inflasi inti AS yang masih tinggi.

Pergantian mendadak Menkeu Purbaya menjadi faktor pemicu volatilitas intraday utama. Presiden Prabowo memberhentikan Purbaya dan menunjuk Wamenkeu sejak 2019 Suahasil Nazara sebagai Menkeu. Pasar sempat merespons negatif karena pergantian yang dinilai mendadak dan meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan fiskal ke depan. Namun demikian, kekhawatiran tsb mereda setelah pasar menilai Suahasil sebagai figur teknokrat yang kredibel.

Menkeu baru menegaskan kesinambungan dan disiplin kebijakan fiskal. Dalam pidato singkatnya pasca pelantikan, Menkeu Suahasil menyatakan prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel serta mempertahankan defisit di bawah batas 3% PDB. Ia juga menyatakan bahwa pergantian ini mencerminkan “kesinambungan” dan bukan “perubahan”.

CPI AS periode Agustus mengalami kenaikan sebesar 0,40% MoM atau 3,40% YoY dengan core CPI naik 0,30% MoM (consensus: 0,20%). Rilis data tsb meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada FOMC 15-16 September menjadi sekitar 86%-90% dari sebelumnya sekitar 70%. Menurut keterangan Bureau of Labor Statistics, akselerasi CPI AS terutama disebabkan oleh kenaikan harga bensin yang mengalami rebound setelah penurunan selama dua bulan terakhir.

Pemerintah AS mencatat defisit anggaran sebesar $167 miliar pada Agustus 2026, turun dari defisit $345 miliar pada Agustus 2025 dan lebih rendah dibandingkan proyeksi konsensus sebesar $404 miliar. Belanja pemerintah turun menjadi $527 miliar dari $689 miliar, sementara penerimaan pemerintah naik menjadi $360 miliar dari $344 miliar. Secara kumulatif, defisit anggaran untuk tahun fiskal 2026 mencapai $1,97 triliun hingga Agustus 2026.

Goldman Sachs, JPMorgan, HSBC, dan Deutsche Bank memperkirakan The Fed akan menaikkan FFR 25 bps pada FOMC September. HSBC menilai kurangnya progress inflasi kembali mendekati target The Fed sebagai latar belakang ekspektasi kenaikan FFR pada FOMC September. Sementara itu, JPMorgan juga menilai peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed meningkat sejalan dengan perkembangan terakhir yield global, lonjakan harga energi, dan rilis data inflasi inti AS yang meningkat. JPMorgan bahkan memperkirakan kenaikan sekali lagi di bulan Desember dengan estimasi long-run policy rate sebesar 3,25%.

Harga minyak Brent kembali naik ke kisaran $107-$108/barel setelah serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi. Bloomberg melaporkan adanya serangan drone yang menyebabkan penutupan sementara East-West Pipeline milik Arab Saudi. Jalur tsb krusial karena merupakan rute alternatif pengiriman minyak tanpa harus melalui Selat Hormuz. Sentimen semakin negatif setelah pertemuan Iran dan negara-negara Teluk di Oman untuk membahas keamanan pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan ditunda, sementara Houthi terus meningkatkan tekanan di sekitar Bab el-Mandeb.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP