Financial Market Update

IDR10 : 7,08% - 7,10% (cl: 7,08%)
IDR5 : 6,88% - 6,90% (cl: 6,88%)
UST10 : 4,78% - 4,85% (last: 4,83%)

IDR : 17.506 - 17.616 (cl: 17.513)
DXY : 98,60 - 98,90 (last: 98,76)
JCI : 6.642,15 - 6.707,31 (cl: 6.678,20)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : -1bps to 6,88%
FR0108 (10yr) : -1bps to 7,08%
FR0106 (15yr) : -1bps to 7,11%
FR0107 (20yr) : -1ps to 7,13%

Point of Interest:

Harga SBN seri benchmark bergerak menguat terbatas dengan kisaran pergerakan yield cenderung sempit sebesar 0-1 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 1 bps ke level 7,08% (ytd: +103 bps). Pergerakan SBN cenderung terbatas di tengah sikap wait-and-see pelaku pasar menjelang rilis data inflasi AS pada Rabu malam. Bloomberg menyoroti selisih imbal hasil SBN terhadap UST tenor 10 tahun di kisaran 234 bps yang menarik secara struktural, khususnya di tengah kinerja Rupiah yang cukup stabil akhir-akhir ini, sehingga mampu menarik aliran modal asing kembali ke pasar obligasi domestik.

Rupiah ditutup menguat 0,66% ke 17.513 dari sebelumnya 17.630. Penguatan Rupiah sejalan dengan pergerakan NDF di pasar offshore seiring berlanjutnya upaya stabilisasi Rupiah oleh BI serta meredanya aksi jual di pasar saham, yang terjadi di tengah berlanjutnya pelemahan DXY secara terbatas. Meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan domestik, khususnya setelah penetapan Gubernur BI yang baru, turut memulihkan sentimen terhadap Rupiah dalam jangka pendek.

IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.678,20 sejalan dengan sentimen pelemahan bursa saham regional Asia di tengah berlanjutnya konflik Timur Tengah. Pelemahan IHSG terutama dikontribusikan oleh saham BBCA yang terkoreksi -2,3%, meskipun jumlah total saham yang melemah sebanyak 317 cukup berimbang dengan jumlah saham yang menguat sebanyak 308.

Harga minyak Brent menembus level $100/barel seiring meningkatnya tensi AS-Iran. Bloomberg melaporkan bahwa AS dan Iran melanjutkan saling serang kapal tanker milik masing-masing negara di kawasan Selat Hormuz. Kondisi tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran gangguan suplai minyak global sehingga mendorong lonjakan harga minyak dan kekhawatiran terhadap inflasi global. Pasar saat ini memperkirakan peluang 64% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan September, meskipun mayoritas analis memperkirakan Fed masih akan hold.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia periode Agustus 2026 diumumkan membaik ke level 118,5 (Juli: 116,8), yang berbalik dari tren penurunan selama tiga bulan terakhir. Optimisme konsumen ditopang oleh meningkatnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) ke 109,4 (Juli: 107,9) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) ke 127,6 (Juli: 125,7). Pemulihan tsb mengindikasikan bahwa momentum positif dari penguatan bursa saham dari level terendahnya (18 Agustus) serta penetapan Gubernur BI yang baru (1 September) kemungkinan telah memberikan efek spillover kepercayaan yang positif bagi rumah tangga.

Menkeu Purbaya memastikan laba Danantara sebesar Rp120 triliun akan digunakan sebagai fiscal buffer, bukan untuk menutup defisit APBN. Kebijakan ini dinilai dapat memperkuat kesinambungan fiskal di tengah peningkatan utang dan berpotensi mengurangi kebutuhan penerbitan utang baru, terutama saat biaya pembiayaan masih tinggi.

Pemerintah menyiapkan program untuk memperluas kepemilikan rekening bank melalui bank milik negara, yaitu BRI dan BRIS. Perumusan mekanisme pembukaan rekening dan penyediaan dana awal bagi para pemegang rekening masih dalam proses pembahasan bersama BI dan Kemenkeu, dengan target implementasi program pada tahun ini. Inisiatif tsb sejalan dengan agenda inklusi keuangan BI yang saat ini telah mencakup antara lain QRIS, kerangka kerja kartu kredit domestik KKI, dan skema penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal BI-MAS.

Penjualan mobil Indonesia tetap tumbuh kuat pada Agustus 2026, dengan penjualan wholesales mencapai 81.756 unit (+32,4% YoY; 0,8% MoM) dan penjualan ritel mencapai 83.422 unit (+25,5% YoY; 7,7% MoM). Secara kumulatif Januari–Agustus, wholesales tumbuh 20,1% YoY menjadi 599.491 unit, menunjukkan pasar otomotif masih berada dalam tren ekspansi meskipun laju pertumbuhan tahunan mulai sedikit melandai.

Citigroup memperkirakan IHSG akan mencapai 7.250 pada akhir 2026. Namun demikian, Citi menilai target tersebut akan tercapai jika Indonesia mampu mempertahankan status pasar modal pada review MSCI di bulan November, serta mensyaratkan tidak adanya lagi kebijakan baru pemerintah yang berdampak negatif terhadap sentimen pasar.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP