Financial Market Update
IDR10 : 7,11% - 7,16% (cl: 7,15%)
IDR5 : 7,04% - 7,09% (cl: 7,09%)
UST10 : 4,47% - 4,51% (last: 4,49%)
IDR : 17.978 - 17.992 (cl: 17.981)
DXY : 100,81 - 100,99 (last: 100,91)
JCI : 5.893,09 – 5.986,50 (cl: 5.986,49)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : +4bps to 7,09%
FR0108 (10yr) : +5bps to 7,15%
FR0106 (15yr) : +2bps to 7,20%
FR0107 (20yr) : +3bps to 7,20%
Point of Interest:
• Defisit perdagangan AS melebar ke 42,2% pada bulan Mei 2026 ke level US$77,6 miliar, menjadi level tertinggi sejak Maret 2025. Pelebaran defisit didorong oleh lonjakan impor barang modal (terutama komponen infrastruktur kecerdasan buatan/AI) dan penurunan nilai ekspor secara bulanan.
• Ekspor turun 3,2% ke $317,7 miliar, disebabkan oleh berkurangnya pasokan industri seperti emas non-moneter dan gas alam, meskipun ekspor minyak mentah mencatatkan rekor tertinggi di tengah konflik Timur Tengah. Impor naik 3,3% ke $395,3 miliar, didorong tingginya belanja bisnis untuk peralatan dan teknologi AI.
• Indeks ISM Services PMI Amerika Serikat turun menjadi 54,0 pada Juni 2026 dari 54,5 pada Mei, sesuai dengan ekspektasi pasar.
• Indeks ketenagakerjaan mencatat kenaikan terbesar sejak 2024, meningkat menjadi 51,2 dari 47,9. Hal ini menjadi tanda ekspansi jumlah tenaga kerja untuk pertama kalinya sejak Februari.
• Hasil keputusan MSCI 2026 Market Classification Review, MSCI memutuskan mempertahankan seluruh kebijakan pembatasan, termasuk pembekuan terhadap saham Indonesia dalam MSCI Global Investable Market Indexes (GIMI) pada pelaksanaan Review Agustus 2026. MSCI menyatakan tetap membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS) untuk seluruh saham Indonesia. MSCI juga tidak akan memasukan saham baru ke dalam MSCI Investable Indexes (IMI), serta tidak akan menerapkan kenaikan kelas (upward migration) antarsegmen indeks. Dalam pengumumannya, MSCI akan kembali menyampaikan perkembangan perlakuan terhadap pasar Indonesia pada pelaksanaan MSCI Index Review November 2026.
• Data OJK mencatatkan kredit industri perbankan pada Mei 2026 tumbuh 11,51%yoy menjadi Rp 8.918 triliun. Kredit investasi masih menunjukkan kinerja terbaik dengan pertumbuhan 21,95%yoy, melanjutkan pertumbuhan 19,48%yoy pada bulan sebelumnya. Kredit modal kerja tumbuh 8,09%yoy (prior: 6,04%yoy). Kredit konsumsi tumbuh 5,89%yoy (prior: 6,13%yoy).
• Total penawaran lelang SUN hari ini mencapai Rp55,09 Triliun (meningkat dari periode sebelumnya Rp46,5 Triliun) dengan total yang dimenangkan sebesar Rp32 Triliun (meningkat dari Ro30 Triliun). Seri FR109 menjadi seri terbesar dengan penawaran yang masuk mencapai Rp19,39 Triliun yang dimenangkan sebesar Rp11,5 Triliun (Yield 7,14%/Kupon 5,875%/Jatem 15 Mar 2031).
• IHSG hari ini ditutup menguat 1,19% ke level 5.986,49. Penguatan didorong sektor properti +3,23%, sektor barang konsumen siklikal +1,70% dan sektor keuangan +1,58%. Total volume perdagangan saham hari ini mencapai 21,92 miliar saham, dengan total nilai Rp 10,19 triliun
• Rupiah hari ini ditutup menguat 0,08% ke level 17.981, dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.995.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP