Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Sejak Agustus 2022, pasar obligasi AS berada di bawah tekanan jual yang besar karena tren inflasi tinggi yang terus berlanjut memicu kekhawatiran tentang pengetatan Fed yang lebih agresif ke depan. Yield UST tenor 10-tahun meroket ke atas level 3,45%. Sementara, yield UST tenor 2-tahun melonjak ke level tertingginya selama hampir 15 tahun terakhir di sekitar level 3,86%.

*   Penjualan ritel di AS naik 0,3% MoM pada Agustus 2022, dibandingkan penurunan 0,4% MoM di Juli 2022 dan di atas perkiraan konsensus. Sementara itu, penjualan ritel inti yang tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan jasa makanan, relatif tidak berubah dibandingkan bulan lalu.

*   Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun 5.000 orang pada pekan lalu menjadi 213.000 orang, jauh di bawah ekspektasi konsensus sebesar 226.000 orang. Tapi, itu adalah jumlah klaim pengangguran secara mingguan terendah sejak Mei 2022, menyoroti pasar tenaga kerja yang ketat dan memberi Fed lebih banyak ruang untuk kenaikan suku bunga agresif dan mempercepat laju pengetatan moneter.

*   Harga emas global turun sekitar 3% dan melemah lebih lanjut hingga di bawah level USD1.670/oz, turun ke level terendah sejak April 2020, terbebani oleh dolar indeks yang semakin kuat di tengah ekspektasi bahwa Fed akan terus menaikkan suku bunga agresif ke depan untuk menurunkan inflasi.

*   Surplus perdagangan Indonesia meningkat ke level tertingginya selama empat bulan terakhir sebesar USD5,76 miliar pada Agustus 2022, di atas ekspektasi konsensus surplus sebesar USD 4,09 miliar. Ekspor naik 30,15% YoY ke level all-time-high sebesar USD27,91 miliar, merupakan kenaikan ekspor sebesar dua digit selama 18 bulan berturut-turut, karena permintaan global yang lebih solid. Sementara itu, impor tumbuh sebesar 32,81% YoY ke level all-time-high sebesar USD22,15 miliar, di tengah kuatnya permintaan domestik menyusul pelonggaran pembatasan Covid-19.

*   IHSG ditutup melemah 1,87% atau 137bps ke level 7.168,87. Aksi jual dimulai sejak sesi pertama karena investor mengamankan keuntungan menjelang akhir pekan. Indeks ditutup di bawah 7200 menyusul melemahnya pasar AS dan Eropa yang membebani pasar Asia. Saham berkapitalisasi besar koreksi signifikan sehingga menekan pasar sementara nama-nama semen dan konsumen menguat. GOTO anjlok hampir 7%, BBCA turun 3,4%, BBRI melemah 2,4%, BMRI rugi 2,7%, BBNI turun 2,5% sedangkan TLKM dan ASII sama-sama merugi sekitar 2%.

*   Rupiah ditutup melemah 0,37% atau 55 bps ke level Rp14.953/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.898/USD.   


 

Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP