Financial Market Update

Point of Interest:

·     Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta, Raphael Bostic, menyampaikan bahwa dirinya tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga ke level netral yang diperkirakan pada 3 – 3,5% dan menekankan bahwa pembuat kebijakan berkomitmen untuk mencapai target inflasi 2%.

 

•    PDB YoY China (3Q24) tumbuh melambat ke 4,6% (prior: 4,7%; surv: 4,5%) dipicu oleh berlanjutnya pelemahan sektor properti dan permintaan domestik, risiko deflasi, dan trade tension dengan negara Barat. Sementara itu, PBOC mengumumkan penurunan 1-Yr dan 5-Yr LPR masing-masing 20bps ke 3,10% dan 3,60% untuk mendukung perekonomian yang lemah.

 

•     CPI YoY Jepang turun ke 2,5% (September) dari 3,0% (Agustus), sementara CPI Core YoY (September) turun ke 2,4% dari 2,8% (Agustus) terutama disebabkan oleh subsidi harga energi. Meskipun inflasi melambat, BOJ diperkirakan masih akan tetap menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi mendekati level target 2%.

 

•    Harga emas naik ke level all time high $2,729.30/toz didorong peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah dan semakin ketatnya persaingan pemilihan umum di AS. Israel sedang mendiskusikan serangan balasan terhadap Iran setelah drone Hizbullah meledak di dekat rumah pribadi PM Israel, Benjamin Netanyahu.

 

•     Presiden Prabowo Subianto resmi melantik para wakil menteri di Kabinet Merah Putih periode 2024-2029, di Istana Negara. Sebanyak 56 orang ditunjuk menjadi wakil menteri di masing-masing Kementerian yang berasal dari unsur parpol, akademisi, hingga lembaga survei.

 

•     IHSG ditutup menguat 0,16% ke level 7.772,60, didorong sentimen positif pengumuman Kabinet Merah Putih dengan Sri Mulyani dikonfirmasi tetap menjadi Menteri Keuangan.

 

•     Rupiah ditutup sedikit melemah 0,19% ke level Rp Rp15.495/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.465/USD.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP