Financial Market Update
Point of Interest:
• Indeks harga rumah di 20 kota versi S&P CoreLogic Case-Shiller di AS
naik sebesar 5,9%yoy (Juli), melambat dari kenaikan di Juni sebesar 6,5%yoy, dan merupakan
pertumbuhan harga rumah terlemah di AS sejak November 2023.
•
Presiden Fed Minneapolis, Kashkari, menyatakan bahwa kebijakan moneter
Fed ke depan akan seimbang dengan langkah-langkah yang lebih kecil kecuali data ekonomi AS berubah secara
signifikan. Saat ini pelaku pasar memperkirakan pemangkasan sebesar 200bps oleh
the Fed hingga 2026 sebelum mencapai terminal rate.
• Sentimen bisnis di Jerman menurun untuk bulan keempat berturut-turut. Ifo business climate index turun menjadi
85,4 (September) dari 86,6 (Agustus), di bawah ekspektasi sebesar 86,0.
• Gubernur BOE, Andrew Bailey, menyatakan bahwa suku bunga akan secara
bertahap menuju “tingkat netral”. Meskipun inflasi menurun, Bailey tidak memperkirakan suku bunga akan
kembali ke posisi terendah dalam sejarah (mendekati 0).
• Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa kinerja APBN per
Agustus 2024 tetap on track dan sejalan dengan target APBN 2024. Kinerja pendapatan mengalami perbaikan
dimana penerimaan negara sudah mencapai Rp1,777 triliun atau 63,4% dari
target.
•
UOB memproyeksikan Rupiah masih akan terus menguat hingga ke level
Rp14.800 per USD pada tahun 2025. Penguatan Rupiah didorong oleh capital inflow, pemangkasan suku bunga
oleh the Fed, dan keseimbangan neraca perdagangan.
•
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.740,90 terutama didorong oleh penurunan saham
sektor keuangan, Perindustrian, dan properti.
•
Rupiah ditutup menguat 0,56% ke level Rp Rp15.100/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp 15.185/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP