Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Penjualan ritel di AS
secara tak terduga flat pada Juli 2022, di bawah ekspektasi pasar yang
memperkirakan pertumbuhan 0,1% MoM karena penjualan BBM dan mobil turun yang
menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi membatasi belanja konsumen. Jika tidak
termasuk mobil , bensin, bahan bangunan dan jasa makanan, yang disebut
penjualan ritel inti sebenarnya masih tumbuh sebesar 0,8% MoM pada Juli 2022.
Yield UST tenor 10-tahun
konsolidasi di sekitar level 2,9% karena risalah dari rapat FOMC Juli tidak
memberikan arahan khusus terkait kebijakan Fed dan menekankan bahwa Fed akan
terus membuat keputusan yang bergantung pada data. Sementara itu, pasar tenaga
kerja tetap ketat dengan data upah bulan Juli menunjukkan penambahan lapangan
pekerjaan masih bertumbuh.
Tingkat inflasi tahunan di
Inggris meningkat menjadi 10,1% YoY pada Juli 2022 dari 9,4% YoY pada Juni 2022
dan sedikit di atas perkiraan pasar sebesar 9,8% YoY. Ini adalah tingkat
inflasi tertinggi sejak Februari 1982, karena harga naik secara signifikan
untuk perumahan, rekreasi, dan makanan.
Menurut pemerintah, dengan
mencermati belanja negara dan mengoptimalkan penerimaan negara, defisit APBN
2023 diproyeksikan sebesar 2,85% dari PDB atau Rp598,2 triliun dengan beberapa
asumsi utama yaitu: (1) Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 % YoY, (2) Inflasi 3,3%
YoY, (3) Nilai tukar Rp14.750/USD, (4) Harga minyak USD90/barel, (5) Lifting
minyak 660ribu boepd, dan (6) Lifting gas 1.050ribu boepd.
Yield obligasi di pasar
surat utang Indonesia bergerak variatif hari ini seiring investor yang masih
belum terlalu agresif merespon risalah rapat FOMC bulan Juli yang tidak
memberikan panduan yang spesifik terkait kenaikan suku bunga Fed selanjutnya.
IHSG ditutup
menguat 0,74% atau 53bps ke level 7.186,56. Saham-saham berkapitalisasi besar,
seperti perbankan dan telekomunikasi, mendorong kenaikan indeks hari ini.
Sektor unggas juga mengalami kenaikan, disusul berita kenaikan harga ayam
broiler, seperti yang terlihat pada saham JPFA (+7,3%) dan CPIN (+3,9%).
Rupiah ditutup melemah 65bps atau 0,44% ke level Rp14.833/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.768/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP