Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield UST tenor 10-tahun
konsolidasi di sekitar level 2,80%, melanjutkan penurunan dari puncaknya dalam
beberapa pekan di 2,91% karena investor agresif ke aset safe-haven karena
kekhawatiran yang berkepanjangan atas perlambatan ekonomi global. Data rilis
ekonomi dari China, termasuk data produksi industri dan angka penjualan ritel
yang mengecewakan, meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut tentang kesehatan
ekonomi global.
Indeks dolar konsolidasi
di atas level 106, melanjutkan kinerja solid minggu lalu karena investor
menilai kembali prospek kebijakan moneter AS menyusul serangkaian pernyataan
hawkish dari pejabat Federal Reserve meskipun ada tanda-tanda bahwa inflasi AS
telah memuncak.
Indonesia mencatat surplus
USD4,23 miliar pada Juli 2022, membukukan 27 bulan berturut-turut surplus sejak
Mei 2020. Neraca non-migas yang positif berkontribusi pada surplus bulan Juli
2022, peningkatan ekspor bahan bakar mineral mendorong surplus non-migas
menjadi USD7,31 miliar. Selanjutnya, Indonesia perlu mewaspadai perkembangan
ketegangan antara Cina dan Taiwan karena mereka memainkan peran penting dalam
perdagangan luar negeri Indonesia. China adalah mitra dagang strategis
Indonesia yang menyumbang lebih dari 20% dari total ekspor dan impor Indonesia
pada tahun 2021.
Harga minyak Brent turun
sekitar 5% ke level USD93/barel di tengah tekanan lebih lanjut pada prospek
permintaan minyak global. Angka produksi industri di importir minyak utama
China meleset dari ekspektasi, menunjukkan pemulihan ekonomi yang lamban dari
kebijakan lockdown Covid-19 yang ketat pada akhir kuartal kedua 2022.
Harga obligasi di pasar
surat utang Indonesia rebound hari ini setelah Presiden Joko Widodo dalam
pidatonya di parlemen menyatakan bahwa perekonomian Indonesia tetap kuat
meskipun terjadi gejolak ekonomi global, mendorong investor untuk kembali ke
pasar.
Lelang SUN hari ini
dimenangkan sebesar Rp21,65 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar
Rp72,16 triliun.
IHSG ditutup
menguat 0,57% atau 40bps ke level 7.133,45. Saham big caps dan nama-nama
teknologi memimpin pasar lebih tinggi hari ini mengikuti pidato Presiden Widodo
yang mengangkat sentimen investor dan mendukung pasar setelah ia memperkirakan
ekonomi tumbuh 5,3% tahun depan karena inflasi diperkirakan akan mereda, GOTO
melonjak 10,2% berkontribusi poin terbanyak untuk indeks, diikuti oleh AMRT
yang menguat 6,6%. Disusul oleh saham-saham berkapitalisasi besar ASII naik
1,5%, BMRI naik 0,9% dan BBCA naik 0,3%.
Rupiah ditutup melemah 25bps atau 0,17% ke level Rp14.768/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.743/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP