Financial Market Update

Point of Interest:

  • Indeks dolar menguat ke level di atas 102, tetapi masih mencatatkan penurunan lebih dari 1,0% bulan ini, merupakan penurunan bulanan kedua secara berturut-turut seiring inflasi AS yang menunjukkan tanda-tanda penurunan lebih lanjut. Hal ini juga mendukung ekspektasi investor bahwa siklus pengetatan moneter the Fed saat ini mungkin akan berakhir dalam waktu dekat.
  • Perekonomian Eropa tumbuh sebesar 0,3% QoQ pada 2Q23, sedikit melebihi proyeksi konsensus yaitu pertumbuhan sebesar 0,2% QoQ. Pemulihan permintaan konsumen kemungkinan besar ditopang oleh penurunan tekanan inflasi.
  • Tingkat inflasi di Eropa melemah selama tiga bulan secara berturut-turut ke 5,3% YoY pada Juli 2023 dari 5,5% YoY pada Juni 2023, sejalan dengan perkiraan konsensus. Ini menjadi tingkat inflasi terendah sejak Januari 2022 karena penurunan harga energi lebih lanjut.
  • PMI Manufaktur berada di level 49,3 pada Juli 2023, sedikit lebih tinggi dari level 49,0 pada Juni 2023. Aktivitas pabrik di China untuk bulan Juli masih mengalami kontraksi selama empat bulan secara berturut-turut.
  • Indeks aktivitas bisnis umum Fed Dallas untuk aktivitas manufaktur di Texas naik untuk bulan kedua secara berturut-turut ke level -20,0 pada Juli 2023, menjadi level tertingginya selama 4 bulan terakhir dengan kondisi pasar tenaga kerja yang menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat.
  • Harga minyak mentah Brent turun 44 sen, ke level US$84,09/barel, sementara harga minyak mentah WTI turun 51 sen ke level US$81,29/ barel. Harga minyak dunia turun tipis di tengah tanda-tanda aksi taking profit setelah reli pada bulan Juli.
  • IHSG hari ini ditutup melemah 0,65% ke level 6.886,49. Pelemahan didorong oleh sektor energi 1,17%, bahan baku 0,32%, industri 0,89%, non siklikal 1,29%, siklikal 1,63%, kesehatan 3,16%, keuangan 1,05%, properti 0,76%, teknologi 0,75%, infrastruktur 0,31%, transportasi 2,22%.
  • Rupiah hari ini ditutup melemah 0,24% ke level Rp15.155/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.080/USD.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP