Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10 tahun melanjutkan tren penurunannya ke sekitar level 3,44%
setelah rilis data inflasi AS berlanjut melemah, yang meningkatkan ekspektasi
investor bahwa kebijakan pivot Fed akan terjadi pada tahun ini.
Tingkat
inflasi tahunan di AS melambat selama 6-bulan secara berturut-turut ke level
6,5% YoY pada Desember 2022, merupakan level terendahnya sejak Oktober 2021,
sejalan dengan perkiraan konsensus dan lebih rendah dari level 7,1% YoY pada
November 2022. Inflasi AS tampaknya telah mencapai puncaknya pada level 9,1%
YoY pada Juni 2022 tetapi masih jauh di atas target Fed sebesar 2.0% YoY.
Menurut
World Bank, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan tumbuh sebesar 1,7% YoY
pada tahun 2023 dan 2,7% YoY pada tahun 2024. Sementara itu, pertumbuhan
ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 4,9% YoY pada tahun 2023.
Tingkat
inflasi tahunan China naik ke level 1,8% YoY pada Desember 2022 dari level
terendahnya selama 8-bulan terakhir sebesar 1,6% YoY pada November 2022,
sejalan dengan perkiraan konsensus. Sepanjang tahun 2022, inflasi China
tercatat sebesar 2,0% YoY berada di bawah target pemerintah sekitar 3,0% YoY.
Harga
emas global melanjutkan tren kenaikannya mendekati level USD1.900/ons, yang
merupakan level tertingginya sejak April 2022, seiring penurunan USD index dan
yield US Treasury yang melemah setelah rilis data inflasi AS yang melambat
seperti yang diperkirakan konsensus ke level terendahnya sejak Oktober 2021
didorong oleh penurunan harga energi.
IHSG
ditutup menguat 0,18% atau 12bps ke level 6.641,83.
Rupiah
ditutup menguat 1,23% atau 188bps ke level Rp15.150/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.338/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP