Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,57% setelah data PMI Services di AS yang lebih baik dari perkiraan dan data laporan pekerjaan yang kuat memupus ekspektasi investor akan kenaikan suku bunga Fed yang tidak terlalu agresif, sebaliknya, justru meningkatkan ekspektasi investor bahwa the Fed akan mempertahankan pengetatan moneter yang agresif untuk waktu yang lebih lama untuk menurunkan inflasi yang tinggi.

*   Data PMI Services di AS secara tak terduga melonjak ke level 56,5 pada November 2022, rebound dari level terendahnya selama lebih dari 2 tahun sebesar 54,4 pada Oktober 2022 dan di atas perkiraan konsensus sebesar 53,3 ditopang oleh jumlah lapangan kerja yang meningkat, yang menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap tangguh di tengah potensi resesi ekonomi global yang meningkat.

*   Indeks USD rebound ke atas level 105,3 setelah mencapai level terendahnya selama 6 bulan terakhir di sekitar level 104,0 pekan lalu, seiring investor global yang ekspektasikan bahwa tingkat puncak dari Fed Funds Rate (FFR) akan lebih tinggi dari proyeksi konsensus, dengan perkiraan investor untuk terminal rate akan berada di sekitar level 5,0% pada pertengahan 2023.

*   Baru-baru ini, Ekonom global menyatakan bahwa China akan membuka kembali aktivitas ekonomi lebih cepat dari yang mereka perkirakan sebelumnya karena Pemerintah China yang mulai melonggarkan pembatasan mobilitas di banyak kota. Sebagian besar ekonom memperkirakan aktivitas ekonomi China akan dibuka kembali sepenuhnya pada kuartal kedua tahun 2023.

*   Menurut BPS, inflasi Indonesia akan lebih tinggi pada bulan Desember 2022 karena faktor musiman di akhir tahun seperti peningkatan permintaan menjelang perayaan Natal dan liburan Tahun Baru. Sebelumnya, tercatat inflasi Desember 2019 sebesar 0,34% MoM, inflasi Desember 2020 sebesar 0,45% MoM, dan inflasi Desember 2021 sebesar 0,57% MoM.

*   IHSG ditutup melemah 1,36% atau 95bps ke level 6.892,57.

*   Rupiah ditutup melemah 0,97% atau 150bps ke level Rp15.618/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.468/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP